web analytics

indositehost.com

Cara Laporan Keuangan Proyek Hambalang Direkayasa

August 24, 2013  
Filed under Berita, Nasional, Politik, Terkini

156918_proyek-hambalang-di-sentul-bogor_663_382Badan Pemeriksa Keuangan menduga telah terjadi pelanggaran standar akuntansi dalam laporan keuangan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Desa Hambalang, Citeureup, Bogor. Rekayasa laporan keuangan itu diungkapkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan II proyek Hambalang.

Dalam dokumen LHP yang diperoleh VIVAnews, rekayasa laporan keuangan ini terkait aliran dana kerja sama operasi (KSO) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk.

Dijelaskan, KSO telah mengalirkan dana yang diterima dari Kemenpora kepada pihak-pihak tertentu, di antaranya untuk berbagai pengeluaran yang telah dilakukan sebelum proyek diperoleh, yaitu, dana Rp12,3 miliar untuk mengganti pengeluaran yang telah dilakukan Adhi Karya sebelum proyek dimulai.

Ada juga dana sebesar Rp6,92 miliar untuk mengganti pengeluaran yang telah dilakukan Wijaya Karya sebelum proyek dimulai, dan kas operasional KSO sebesar Rp13,22 miliar yang di antaranya untuk mengganti berbagai pengeluaran seperti upah, insentif, dan lain-lain.

“Berbagai pengeluaran tersebut disembunyikan dalam pembukuan dan laporan keuangan dengan cara window dressing,” demikian laporan BPK ini. Bagaimana caranya?

Pertama, Adhi Karya mencatatkan pengeluaran ke dalam akun bon, sedangkan yang merupakan bagian dari akun kas seolah-olah tidak terjadi pengeluaran kas.

Kedua, Wijaya Karya mencatat pengeluaran ke dalam akun setoran ke KSO lain yang bukan KSO Hambalang. Karena, pada saat kas tersebut dikeluarkan, KSO Hambalang belum terbentuk.

Ketiga, KSO mencatat pembukuan upah fiktif.

Dalam penjelasan secara rinci, disebutkan, untuk mengeluarkan dana yang bersifat informal, Adhi Karya menerapkan mekanisme bon sementara yang tidak dicatat dalam sistem akuntansinya, sehingga tidak terepresentasikan dalam laporan keuangan.

Bon sementara dicatat sebagai bagian dari akun kas dan setara kas. Sesuai dengan cash opname yang dilakukan secara internal oleh pihak Divisi Konstruksi 1, nilai kas dan setara kas termasuk dalam jumlah bon sementara yang telah dikeluarkan dari bendahara DK-1 yang belum dipertanggungjawabkan.

Praktik ini diterapkan pada pencatatan penerimaan dana dari KSO AW sebesar Rp12,3 miliar yang dengan sengaja disembunyikan dari pencatatan akuntansi DK-1 Adhi Karya melalui mekanisme bon sementara. Ketika dana diterima sebesar Rp12,3 miliar dari KSO AW, DK-1 Adhi Karya mencatat transaksi tersebut sebagai perpindahan uang dari kas ke akun bank.

Ketika jumlah riil kas dan setara kas disajikan dengan benar (akibat dimasukkan bon sementara sebagai kas dan setara kas), pengurangan kas secara fiktif, untuk menyeimbangkan pertambahan dana bank sebesar Rp12,3 miliar, tidak dapat dideteksi oleh kantor akuntan publik RSM AAH yang melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasi Adhi Karya pada 2011.

Tidak hanya itu, pada Desember 2010, DK-1 Adhi Karya menerima dana sebesar Rp82,39 miliar dari KSO AW. Penempatan dana tersebut dilakukan berdasarkan Berita Acara Kesepakatan Bersama antara Adhi Karya yang diwakili TBMN (Teuku Bagus Mokhamad Noer, Ketua Konsorsium Proyek Hambalang) dan Wijaya Karya yang diwakili BPS.

Atas transaksi tersebut, KSO AW mencatat piutang ke Adhi Karya sebesar Rp82,39 miliar. Namun, di sisi lain, DK-1 Adhi Karya tidak mencatat transaksi tersebut sebagai utang ke KSO AW, melainkan sebagai: (i) akun pendapatan diterima dimuka sebesar Rp70 miliar, dan (ii) jurnal transitorial antara akun kas dan akun bank sebesar Rp12,3 miliar.

Pada laporan keuangan konsolidasi Adhi Karya, tahun 2010 terdapat penempatan dana dari KSO ke Adhi Karya sekitar Rp82,39 miliar yang tidak disajikan dalam utang KSO.

Rekayasa laporan keuangan lainnya terlihat pada 2011. DK-1 Adhi Karya mengembalikan dana sebesar Rp12,3 miliar kepada KSO AW.

Sumber dana pengembalian diperoleh dari pengeluaran upah fiktif yang dilakukan pada enam proyek di lingkungan DK-1 sebesar Rp12,49 miliar. Mekanisme pengeluaran upah fiktif adalah dengan mencatat pengeluaran dana dalam akun. (vivanews)

3.465 Siswa Lulus Jalur UMB-PT

July 30, 2013  
Filed under Pendidikan, Terkini

siswa-testSiswa yang lulus melalui jalur ujian masuk bersama perguruan tinggi (UMB-PT) akhirnya resmi di umumkan. Sebanyak 3.465 siswa diterima melalui jalur yang dahulu diberi nama ekstensi.

Rinciannya, 1.870 di terima di Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan serta 1.595 diterima di Universitas Sumatera Utara (USU).

Ketua panitia UMB-PT Unimed Prof Dr Khairil Anshari mengatakan, mahasiswa yang diterima melalui jalur ini sudah bisa mengisi borang biodata secara online di laman http://baak.unimed.ac.id, selanjutnya borang tersebut dicetak dan ditandatangani diatas materai 6 ribu.

“Pengisian borang biodata calon mahasiswa Unimed dilaksanakan mulai 1-6 Agustus mendatang,” ujarnya di Kampus Unimed, Minggu (28/7).

Khusus untuk Unimed, lanjutnya, ada 5 program studi dengan peminat paling banyak, di antaranya Pendidikan Ekonomi sebanyak 138 mahasiswa, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 122 mahasiswa, Pendidikan Biologi sebanyak 91, Pendidikan Olah Raga sebanyak 85 serta pendidikan Kimia sebanyak 83.

“Prodi peminat yang paling besar di UMB-PT adalah Pendidikan Ekonomi. Ini berbeda dengan jalur SBMPTN yang peminat paling besar itu berasal dari PGSD,” akunya.

Pembantu Rektor II Unimed Prof Dr Chairil Azmi mengatakan, uang kuliah untuk mahasiswa baru melalui jalur ini terbagi atas dua, yakni eksakta Rp2.250.000 dan non eksakta Rp2.000.000.

Mahasiswa yang diterima melalui jalur ini tidak dikenakan uang kuliah tunggal (UKT) seperti mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

“Apabila pada waktu yang telah ditetapkan tersebut di atas, para calon mahasiswa baru tidak mendaftar ulang dengan alasan apa pun, maka haknya sebagai mahasiswa Unimed dinyatakan gugur,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Humas USU, Bisru Hafi mengatakan sebanyak 1.595 mahasiwa baru yang diterima melalui jalur UMB-PT USU, dengan rincian IPA 852, IPS 743. Sedangkan untuk pelaporan mahasiswa eksakta pada 1 Agustus dan non eksakta 2 Agustus nanti di Pendopo kampus USU mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

“Apabila sampai waktu yang ditentukan, mahasiswa tidak melaporkan maka akan dinyatakan gugur,” pungkasnya. (dik)

sumber:jpnn.com, foto:jpnn.com

Masukkan 468x60ekr kode banner di sini
Masukkan 468x60ekn kode banner di sini